
Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang hidup berkelompok dan memiliki organisme yang terbatas, tidak seperti makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Dalam keterbatasan organisasi ini, manusia menggunakan akalnya agar dapat berorganisasi dengan membuat sistem-sistem misalnya sistem pencaharian, sistem perlengkap hidup dan lain-lain. Sejak lahir manusia telah mengenal dan berhubungan dengan manusia lainnya. Ini berarti manusia tidak dapat hidup sendiri, dalam artian manusia membutuhkan bantuan sesama manusia. Jika manusia itu hidup sendiri dalam ruang tertutup tanpa ada hubungan dengan manusia lain, maka lekas jiwanya akan terganggu.
Individu berasal dari kata "individuum" yang artinya "tak terbagi". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) individu adalah organisme yang hidupnya berdiri sendiri, secara fisiologi ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya). Menurut Dr. A. Lysen kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai suatu kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Jadi, individu merupakan manusia perseorangan atau suatu makhluk yang sebagai kesatuan terbatas.
Keluarga adalah kelompok terkecil dari masyarakat. Dalam hubungannya dengan perkembangan individu kelompok ini sering disebut primary groub. Kelompok inilah yang melahirkan individu dalam berbagai macam karakter dalam masyarakat.
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat merupakan suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, ada masyarakat kota, masyarakat desa, masyarakat ilmiah, dan lain-lain. Dalam bahas Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius, yang berarti “kawan” istilah masyarakat itu sendiri berasal dari akar kata Arab yaitu Syaraka yang berarti “ ikut serta, berpartisipasi”.
Dalam keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Suatu pekerjaan yang harus dilakukan itu biasanya disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakn didalam atau oleh keluarga itu. Macam-macam fungsi keluarga adalah
1. Fungsi biologis
2. Fungsi Pemeliharaan3. Fungsi Ekonomi
4. Fungsi Keagamaan
5. Fungsi Sosial
E. Urbanisasi
Urbanisasi yang terjadi di Indonesia yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan maksud mencari pekerjaan yang lebih layak di kota, namun hal ini menjadi masalah bagi pertumbuhan kota. Misalnya lahan kota yang semakin padat penduduk, semakin banyak pemukiman kumuh di kota, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, dan meningkatnya angka kriminalitas.
-Contoh Urbanisasi yang Berhasil :
Siapa yang tidak mengenal Dahlan Iskan? Sosok ini merupakan contoh personifikasi dari dongeng from rags to riches (orang miskin yang menjadi kaya raya). Dahlan Iskan merupakan seorang anak kampung tanpa akte kelahiran yang berasal dari pedalaman Magetan, memberanikan diri untuk merantau ke tanah seberang hanya dengan bekal cita-cita dan modal pekerjaan sebagai calon reporter surat kabar kecil. Sepak terjang beliau sungguh luar biasa, dan hasil yang telah beliau peroleh saat ini sangat manis pula. Berawal dari usaha penyelamatan sebuah perusahaan surat kabar yang telah sekarat, kini Dahlan Iskan merupakan salah satu menteri yang paling dikenal dan paling inspiratif di mata masyarakat. Dahlan Iskan, tak pelak lagi, merupakan contoh satu dari sekian ribu kaum urban yang berhasil mereguk sukses setelah melakukan urbanisasi.
Beijing -Cui Xinzi sudah lama membuka kios jualan jaket kulit di satu-satunya pusat perbelanjaan di Kota Baru Tieling, di timur laut China. Tapi berusaha di kota satelit yang baru berdiri selama empat tahunan itu tak membuatnya betah dan menetap di sana.
Xinzi lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah lamanya di kota lama Tieling. Dia sama sekali tak berminat membeli atau menyewa apartemen yang bertebaran di kota baru Tieling. Selama empat tahun terakhir, Xinzi pulang dan pergi dengan transportasi publik.
Perempuan 30 tahunan ini sebenarnya berniat juga tinggal sampai pensiun di Kota Baru Tieling. Masalahnya, dia ragu populasi di kota baru itu akan bertambah. Tieling saat ini lebih tampak seperti 'kota hantu'.
“Saya butuh waktu yang lebih lama untuk memikirkannya (menetap atau tetap tinggal di kota lama),” kata Xinzi.
Kota Baru Tieling diluncurkan pembangunannya pada 2005. Pembangunannya adalah bagian dari rencana besar pemerintah provinsi Liaoning dan rencana besar pemerintah China yang bernama urbanisasi.
Meski baru rencana, saat itu telah terjadi perubahan pesat di sekitar Tieling dan enam kota lain. Yakni dengan dibangunnya jalan tol dan jalur kereta api cepat yang menghubungkan kawasan itu dengan Shenyang, sebuah kota metropolis yang bisa ditempuh selama 90 menit di selatan Tieling.
Pada 2009, pengurukan lahan basah selesai, bersamaan dengan selesainya infrastruktur baru, kanal-kanal, kantor pemerintahan, dan beberapa bangunan apartemen. PBB memberikan predikat Tieling sebagai “Tempat tinggal yang dibangun dengan baik dan modern”.
Idenya, bahwa perusahaan-perusahaan akan pindah ke kota-kota satelit lantaran harga tanah dan gaji buruh yang lebih murah. Kota Baru Tieling diperkirakan akan dihuni sekitar 60 ribu warga baru pada 2010 dan akan naik tiga kali lipat.
Apa lacur, rumah-rumah dan kamar-kamar apartemen tak ada yang menghuni. Begitu juga kawasan teknologi informasi diciptakan untuk melayani jasa back-office bagi perusahaan keuangan, seperti pusat data.
Harapannya, kawasan itu akan ditinggali 15.000-20.000 orang pada akhir 2013. Tapi yang terjadi bikin miris. Kawasan seluas itu hanya diisi dua perusahaan, salah satunya adalah bank, dengan karyawan tak lebih dari 20 orang.
Kawasan lain yang dirancang sebagai area logistik tak lebih baik. Meski Tieling yang berada dekat dua jalan bebas hambatan besar dan sebuah pelabuhan dengan jalur kereta api ke Shenyang dan kawasan lain di timur laut negeri tirai bambu itu, area itu tetap sepi. Keramaian di Shenyang tak menular ke sana.
Pemerintah setempat bukannya tak berusaha. Dengan memindahkan kantor pemerintahan ke Kota Baru Tieling, harapannya akan mendorong pertambahan penduduk. Tapi, banyak pegawai kantor pemerintahan yang lebih memilih menjadi kaum komuter.
Pemerintah juga menutup beberapa sekolah di kota lama. Menurut Sun Baocai, pejabat direktur Biro Pendidikan Tieling, pemindahan itu melibatkan 50 ribu pelajar dari berbagai tingkat pendidikan. Harapannya, orang tua para pelajar ikut pindah ke dekat sekolah.
Lantaran minimnya jasa pelayanan dan sedikitnya komunitas di kota baru, para orang tua dari ribuan siswa itu emoh untuk menetap di sana.
Padahal, pemerintah setempat masih berniat menambah bangunan-bangunan baru di Tieling dengan anggaran sebesar US$ 1,3 miliar pada tahun ini. Termasuk galeri seni, gymnasium, dan kolam renang indoor. Akankah properti baru ini menarik penduduk? Waktu yang akan menjawabnya.
Sumber :
-http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab3-individu_keluarga_dan_masyarakat.pdf
-http://www.slideshare.net/fandyfama/tugas-biologi-pengeritan-individu-populasi-dan-komunitas
-http://politik.kompasiana.com/2012/01/11/tingginya-arus-urbanisasi-dari-desa-ke-kota-di-indonesia-429982.html
-http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/07/urbanisasi-solusi-atau-akar-dari-disparitas-pembangunan-622776.html
-http://finance.detik.com/read/2013/08/12/115055/2327395/4/2/urbanisasi-gagal-di-kota-satelit
Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02
Sumber :
-http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab3-individu_keluarga_dan_masyarakat.pdf
-http://www.slideshare.net/fandyfama/tugas-biologi-pengeritan-individu-populasi-dan-komunitas
-http://politik.kompasiana.com/2012/01/11/tingginya-arus-urbanisasi-dari-desa-ke-kota-di-indonesia-429982.html
-http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/07/urbanisasi-solusi-atau-akar-dari-disparitas-pembangunan-622776.html
-http://finance.detik.com/read/2013/08/12/115055/2327395/4/2/urbanisasi-gagal-di-kota-satelit
Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

