Senin, 29 Juni 2015

Pemahaman yang Diperoleh Setelah Mempelajari Ilmu Budaya Dasar (IBD)

     Ilmu Budaya Dasar merupakan mata kuliah dasar umum yang memempelajari tentang nilai-nilai, atau budaya manusia. Penting untuk dipelajari, karena kita manusia memiliki pemikiran yang berbeda-beda sehingga menciptakan budaya yang berbeda-beda juga. Di setiap daerah tentunya memiliki budaya tersendiri, namun bukan berarti kita hanya terfokus pada budaya kita masing-masing sehingga menutup diri dari budaya lain. Hal itu tidaklah baik, kita sebagai manusia yaitu makhluk sosial harus bisa beradaptasi dengan budaya lain, apa lagi dengan keadaan sekarang yaitu adanya pasar bebas asia. Tentu akan banyak orang asing yang masuk ke negara kita dengan membawa budaya dari negara asal mereka. Maka dari itu kita juga harus menyesuaikan diri. Permasalahannya, tidak semua budaya asing itu baik dan bisa saja budaya kita akan semakin ditinggalkan jika kita tidak dapat menyeimbangkan sikap kita terhadap budaya lain dengan budaya kita sendiri. Untuk itu dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar kita dapat mengetahui bagaimana cara menyesuaikan diri dengan budaya lain tanpa meninggalkan budaya sendiri.
     Pemahaman yang didapat setelah mempelajari IBD bukan sebatas bagaimana cara berbudaya saja. Namun banyak pengetahuan yang dapat memperluas pandangan kita dalam kehidupan sehari-hari. Dari IBD kita disadarkan akan kodrat kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang dikaruniai adab dan kebudayaan disertai akal dan pikiran untuk dapat mengetahui mana yang baik dan yang buruk. Dari IBD kita diingatkan bahwa Tuhan tidak hanya memberikan kebahagiaan dalam hidup, namun Tuhan juga memberikan penderitaan. Hal itu semata-mata untuk menegur kita agar tidak berpaling dari pada-Nya. Dari IBD kita juga dapat mengetahui bagaimana cara berpandangan hidup yang baik agar cita-cita yang selama ini kita impikan menjadi kenyataan. Yaitu dengan kita mengenal pedoman hidup kita, mengerti akan pedoman hidup kita, menghayatinya, meyakininya dan kita juga melakukan hal sesuai dengan pedoman hidup kita.
     Ilmu Budaya Dasar mungkin bukanlah mata kuliah yang sulit dipelajari seperti matematika, fisika, kimia, mekanika statistika dan pelajaran hitung-menghitung lainnya. Namun kita tidak bisa menganggap remeh. Karena apa artinya orang yang pintar dalam perhitungan jika ia tidak mengerti akan tata krama dalam berbudaya.


Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 1431370
Kelas : 1TA02

Senin, 22 Juni 2015

Harapan dan Tanggung Jawab Manusia

     Apa yang dimaksud dengan Harapan? Harapan berasal dari kata harap yang berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Setiap manusia pasti memiliki harapan, karena jika tidak manusia itu seperti mati dalam hidup. Mereka tidak punya acuan untuk bersemangat dalam menjalani hidupnya. Dan tentunya setiap manusia memiliki harapan yang berbeda-beda tergantung dari pengalaman, pengetahuan, lingkungan hidup, dan kemampuan dari masing-masing. Harapan bisa tercapai jika ada tindakan dan usaha dari diri sendiri. Karna jika sesorang memiliki harapan tanpa melakukan suatu usaha, harapan itu hanya akan menjadi sebuah harapan saja tidak akan pernah menjadi kenyataan.
     Contohnya, saya sebagai mahasiswa tentu menginginkan nilai yang bagus dan ingin mendapatkan ilmu agar nanti saat saya berada dilapangan kerja saya dapat bekerja dengan baik sesuai apa yang saya dapat saat di perkuliahan, maka dari itu saya rajin masuk kuliah agar harapan saya itu dapat terwujud.
     Lalu apa yang dimaksud dengan Tanggung Jawab? Tanggung jawab adalah kesadalan manusia akan tingkah laku atau tindakannya baik yang disengaja atau tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti suatu perwujudan manusia akan kewajibannya. Tanggung jawab sudah menjadi bagian dari hidup manusia. Rasa tanggung jawab biasanya muncul karena adanya kesadaran atau keinsafan atas perbuatannya terhadap pihak lain.
     Macam-macam Tanggung jawab :
       1) Tanggung jawab terhadap diri sendiri, yaitu hal yang menuntut kita sadar akan kewajiban terhadap diri kita sendiri. Misalnya kita tidak makan sembarangan untuk menjaga kesehatan diri kita sendiri. 
       2) Tanggung Jawab terhadap keluarga, kita hidup pasti memiliki keluarga dan kita mempunyai kewajiban dalam keluarga. Hal ini menyangkut bertanggung jawab dalam menjaga nama baik keluarga. Misalnya saya sebagai anak tidak membuat masalah di sekolah karena saya ingin menjaga nama baik keluarga saya, ketika saya membuat masalah di sekolah maka saya merusak nama baik keluarga saya.
       3) Tanggung Jawab terhadap masyarakat, kita manusia merupakan makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup tanpa bermasyarakat. Manusia pasti membutuhkan manusia lain dalam hidupnya maka dari itu manusia butuh berkomunikasi dengan manusia lain. Dengan hal ini manusia harus menjaga sikapnya, bertanggung jawab akan perbuatannya terhadap masyarakat.
        4) Tanggung jawab terhadap Tuhan, Tuhan menciptakan manusia bukanlah tanpa tanggung jawab. Tuhan memberikan hukum-hukum yang ada pada agamanya. Tuhan menginginkan manusia untuk dapat dekat dengannya dan ingat denganNya. Misalnya saya sebagai umat kristiani memiliki kewajiban untuk datang ke gereja setiap hari minggu dan saya harus bertanggung jawab sebagai umat kristiani.


Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM  : 14314370
Kelas  : 1TA02

Senin, 15 Juni 2015

PANDANGAN HIDUP MEMBANTU UNTUK MENCAPAI CITA-CITA

Tema : Pandangan Hidup


Pada tulisan saya kali ini, saya akan membahas tentang Pandangan Hidup. Setiap manusia tentunya memiliki pandangan hidup. Karena pandangan hidup ini merupakan pegangan atau pedoman hidup di dunia untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Tentunya setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda. Pandangan hidup menurut si A belum tentu sama dengan pandangan hidup si B. Tergantung pada setiap pemikiran masing-masing.

Pandangan hidup itu timbul dari pemikiran manusia berdasarkan hal yang telah terjadi, baik kejadian yang dialami oleh dirinya sendiri maupun yang dialami oleh orang di sekitarnya.


Saya sebagai manusia juga tentunya memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup saya adalah “Apa yang kamu usahakan itulah yang nanti akan kamu dapatkan”. Artinya jika saya berusaha semaksimal mungkin pasti hasil yang akan saya dapatkan akan sesuai dengan usaha yang saya lakukan. Dan saya percaya kesuksesan tidak akan didapatkan jika tidak ada kerja keras yang dilakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut. itulah pandangan hidup saya saat ini.

Kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup yang baik untuk memperlakukan pandangan hidup kita sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Berikut langkah-langkah berpandangan hidup yang baik :

1. Mengenal
      Tentu hal yang pertaman adalah kita harus mengenal pandangan hidup kita. Bagaimana bisa kita mencapai suatu tujuan/cita-cita jika kita tidak mengenal pandangan hidup yang kita gunakan ini. Pandangan hidup saya adalah "Apa yang kamu usahakan itulah yang nanti akan kamu dapatkan".

2. Mengerti
      Disini yang dimaksudkan mengerti adalah mengerti terhadap pandangan hidup kita sendiri. Saya mencoba mengerti pandangan hidup saya. Mengerti usaha seperti apa yang akan menghasilkan kesuksesan.

3. Menghayati
    Bukan hanya mengerti saja akan tetapi kita juga harus menghayati pandangan hidup kita tersebut. Saya ingin sukses, dan saya mencoba menghayati pandangan hidup saya. Dan untuk mencapai kesuksesan tersebut berdasarkan pandangan hidup yang saya miliki, hal yang harus saya lakukan untuk mencapai kesuksesan ialah belajar dengan tekun dan bekerja keras.

4. Meyakini
        Kita harus meyakini pandangan hidup kita ini agar kita dapat mencapai tujuan tersebut. 

5. Mengabdi
     Pengabdian adalah hal yang terpenting. Kita tidak akan mencapai tujuan yang kita inginkan jika kita tidak melakukannya sesuai dengan pandangan hidup kita. Saya ingin sukses, dan saya harus belajar dengan tekun juga bekerja keras. Karna ketika saya berusaha dengan sungguh-sungguh saya pasti akan mencapai kesuksesan tersebut sesuai usaha yang saya lakukan.

6. Mengamankan
         Pandangan hidup adalah pedoman hidup saya untuk mencapai cita-cita. Sehingga saya harus menjaga pandangan hidup saya saat ini. Karna saya yakin pandangan hidup yang saya miliki dapat membantu saya mencapa kesuksesan.

Dapat disimpulkan bahwa Pandangan Hidup itu harus di mengerti, dihayati, diyakini dan paling penting adalah dilakukan agar pandangan hidup yang kita pilih dapat dengan baik membantu kita dalam mencapai cita-cita/tujuan yang selama ini kita inginkan.



Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Minggu, 24 Mei 2015

Manusia dan Keadilan (Distributif)

Apa yang dimaksud dengan keadilan? Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan ini terletak pada keharmonisan antara menuntun hak dan menjalankan kewajiban. Jika kita telah menjalankan suatu kewajiban yang ada pada diri kita, maka kita layak untuk menuntut hak atas apa yang telah kita lakukan. Ketika kita telah melakukan kewajiban namun kita tidak menuntut hak, maka kita akan mudah untuk diperas atau diperbudak. Sebaliknya, ketika kita belum melakukan kewajiban namun sudah menuntut hak, maka sikap dan tidakan kita mengarah kepada pemerasan dan memperbudak orang lain. Maka dari itu menuntut hak dan menjalankan kewajiban harus sejalan.

Keadilan dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
1.Keadilan distributif
2.Keadilan komutatif, dan
3.Keadilan legal atau keadilan moral

Dan kali ini saya akan membahas tentang keadilan Distributif. Menurut Aristoles, keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama (Justice is done when equals are treated equally).
Sebagai contoh, Bu Rani memiliki dua orang anak. Anak pertama duduk di bangku sekolah menengah dan anak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar. Tentunya bu Rani memberikan kedua anaknya uang saku dengan jumlah yang berbeda. Uang saku anak pertamanya tentu akan lebih besar dibanding dengan anak keduanya. Karena kebutuhan anaknya yang SMA akan berbeda dengan anaknya yang masih SD. Hal yang berbeda akan diperlakukan secara berbeda pula.


Daftar Pustaka :
Nugroho, w., & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma






Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan

      Pada tulisan saya kali ini, saya akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan penderitaan? dan bagaimana kaitannya dengan manusia?
     Apa yang dimaksud dengan penderitaan? penderitaan adalah suatu perasaan tidak enak yang ditanggung oleh manusia dan sangat tidak diinginkan oleh manusia. penderitaan itu bisa berupa siksaan terhadap fisik atau batinnya. Penderitaan yang dialami fisik dapat ditangani oleh medis, namun penderitaan batin hanya bisa disembuhkan oleh dirinya sendiri, para ahli hanya bisa membantu saja. Setiap manusia pasti pernah megalami penderitaan. Dan setiap manusia tentunya memiliki ukuran penderitaan yang berbeda-beda. Penderitaan bagi si A belum tentu menjadi penderitaan bagi si B, begitu pun sebaliknya.
    Tuhan tidak hanya memberikan kebahagiaan dan kesenangan kepada setiap umatnya, namun Ia juga memberikan kesedihan dan penderitaan. Hal tersebut dilakukan untuk menguji kesetiaan dan kesabaran umatnya, atau untuk memberikan kesadaran agar tidak berpaling dari padaNya. Bagi manusia yang kuat imannya pasti akan sabar menghadapi setiap masalah yang dihadapinya, dan akan cepat sadar akan peringatan-peringatan yang diberikan Tuhan. Namun bagi manusia yang kurang percaya, mereka akan cepat berputus asa dan malah semakin jauh dari Tuhan.
          Penderitaan dalam kehidupan manusia sudah menjadi kodrat. Setiap manusia pasti akan mengalami penderitaan baik penderitaan yang berat maupun yang ringan. Manusia harus berjuang mengahadapi penderitaan itu karena jika tidak, manusia akan terbelenggu oleh penderitaan tersebut. Setiap masalah yang diderita manusia pasti ada jalan keluar untuk diselesaikan. Dan penderitaan yang Tuhan berikan tidak akan melebihi batas kemampuan umatNya.
        Penderitaan dapat berdampak positif dan juga negatif. Dampak positifnya adalah ketika manusia diberikan penderitaan dia akan sadar dan lebih belajar lagi dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya. Dampak negatifnya adalah ketika manusia diberikan penderitaan dia terbelenggu oleh penderitaannya tersebut, berputus asa dan semakin jauh dari Tuhan.


Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Senin, 04 Mei 2015

Manusia dan Keindahan

     Apa yang dimaksud dengan keindahan? Keindahan yang berasal dari kata indah adalah sesuatu yang dikatakan bagus, permai, elok, cantik dan sebagainya.  Menurut manusia keindahan mencakup banyak hal, sesuai dengan keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan teknologi, sosial juga budaya. Namun sesungguhnya mengartikan keindahan itu sulit, karena kita dapat mengartikan sesuatu itu indah jika ada wujud atau kita dapat melihat benda tersebut. Keindahaan juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang alamiah, tidak dilebih-lebihkan dan juga tidak dikurangi.

     Menurut cakupannya arti keindahan dibagi menjadi 3, yaitu:
a)         Keindahan dalam arti yang luas : dalam arti luas keindahan meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
b)      Keindahan dalam arti estetis murni :  yang menyangkut pengalaman seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c)       Keindahan dalam arti terbatas : lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan menglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.


     Kontemplasi dan ekstansi yang dimiliki manusia jika dipadukan dengan kreatifitas dapat membentuk suatu karya seni. Namun, apa yang dimaksud dengan kontemplasi dan ekstansi? Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan suatu keindahan. Sedangkan yang dimaksud dengan ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati keindahan.

Senin, 20 April 2015

Manusia dan Pemujaan

    Kali ini saya akan membahas tentang kaitan manusia dengan pemujaan. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan perasaan cinta dan kasih. Selain perasaan cinta dan kasih terhadap sesama manusia, perasaan itu juga dirasakan manusia terhadap Tuhannya yang disebut dengan pemujaan.  Apa yang di maksud dengan pemujaan? Pemujaan adalah luapan cinta dari hati manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual atau yang biasa disebut dengan Doa. Manusia menyatakan rasa syukurnya terhadap berkat yang telah Tuhan berikan yaitu dengan cara berdoa. Dan ketika manusia mengalami kesulitan, ia pun meminta pertolongan kepada Tuhan. Itulah perwujudan atau ungkapan cinta dan kasih manusia terhadap Tuhan.
     Pemujaan terhadap Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan adalah pencipta alam semesta termasuk manusia itu sendiri. Apa yang Tuhan berikan seperti misalanya kesehatan, keselamatan, rizky, makanan dan lain sebagainya adalah bentuk kasih yang Tuhan berikan kepada manusia, sehingga timbul rasa ingin mengucap syukur atas apa yang Tuhan berikan yaitu melalu doa-doa. Dengan doa manusia juga dapat selalu merasa dekat dengan Tuhan.
     Setiap manusia memiliki cara pandang yang berbeda. Beda kepala beda juga pemikirannya. Hal itu yang menyebabkan cara manusia melakukan pemujaan kepada Tuhannya (berdoa) memiliki cara- yang berbeda-beda. Seperti umat islam sholat di masjid, umat kristiani beribadah di gereja, umat hindu beribadah di pura, umat budha sembahyang di pura dan lain sebagainya.




Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Senin, 13 April 2015

Pengertian Cinta Kasih

Pengertian Cinta Kasih
Cinta kasih memiliki banyak makna. Menurut kamus bahasa Indonesia cinta adalah perasaan sangat suka atau sangat kasih ataupun sangat tertarik hatinya (kepada). Dan kasih artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih yaitu ketika seseorang merasakan cinta dan dia akan memberikan perlakuan yang lebih seperti perhatian dan kasih sayang.

Berikut pengertian cinta kasih menurut Dr. Sar;ito W. Sarwono :
Cinta memiliki tiga unsur yaitu:
1.      1. Keterikatan
Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dia. Kalau ada janji dengan dia harus ditepati. Dan selalu ingin membelikan dia sesuatu.
2.      2. Keintiman
Yaitu kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilang formal digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya. Makan dan minum dari satu piring/cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa adanya rasa berhutang. Tidak saling menyimpan rahasia.
3.     3. Kemesraan
Yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.
Berikut yang menunjukan segi tiga cinta :





Dan Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukalan, bahwa tidak seumua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada yang ketertarikannya sangan kuat, tetapi keintimannya atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain dari pada partnernya.


Daftar Pustaka :
Nugroho, w., & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma






Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Senin, 06 April 2015

Legenda Batu Gantung dan Hubungannya dengan Ilmu Budaya Dasar






      Legenda termasuk dari jenis prosa lama yang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat dimana masih diingat sampai saat ini. mengapa dikatakan warisan budaya? karena adanya suatu kejadian di masa lampau yang sampai saat ini masih dipercayai kebenarannya. Lalu  apa kaitannya dengan Ilmu Budaya Dasar? ketika kita membaca prosa contohnya legenda, nilai-nilai yang dapat kita peroleh adalah kesenangan, informasi, kita dapat mengetahui warisan budaya, dan memberikan keseimbangan wawasan (wawasan baru). Untuk lebih jelas lagi saya akan menceritakan sebuah legenda tentang sebuah batu yang menggantung di tebing pinggiran danau Toba masyarakat menyebutnya dengan  "Batu Gantung" dan bagaimana kaitannya dengan Ilmu Sosial Budaya.

       Pada jaman dahulu kala hidup sepasang suami-istri yang memiliki seorang anak bernama Seruni ia sangat cantik dan juga rajin, karena kecantikannya itu banyak pemuda yang menyukainya. Suatu hari, Seruni harus bekerja di ladang seorang diri karena kedua orang tuanya sedang ada keperluan di desa tetangga. Ia hanya ditemani oleh anjing peliharaannya yang diberi nama Si Toki. Sesampainya di ladang Seruni hanya duduk termenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Sementara anjingnya, Si Toki, ikut duduk disamping sambil menatap wajah majikannya yang tampak seperti sedang menghadapi suatu masalah. Sesekali sang anjing menggonggong untuk mengalihkan perhatian Seruni apabila ada sesuatu yang mencurigakan di sekitar ladang. Akhir-akhir ini Seruni memang sering melamun, itu dikarenakan ia memikirkan perjodohannya dengan seorang pemuda yang juga masih sepupunya. Ia tidak menerima perjodohan ini karena ia telah memiliki mimpi untuk membangun rumah tangga bersama lelaki yang dicintainya. setelah lama dia merenung, Seruni beranjak bangkit dari tempat duduknya dengan berderai air mata. Ia menuju ke arah danau toba, rupanya ia ingin mengakhiri hidupnya dengan menjatuhkan dirinya, namun ternyata dia terperosok ke dalam lubang batu, karena takut diapun berteriak minta tolong namun yang mendengar hanya si toki anjingnya itu, akhirnya Seruni putus asa dan berkata lebih baik ia mati saja. Setelah berkata seperti itu, entah mengapa dinding-dinding lubang tersebut mulai merapat. “Parapat…! Parapat batu!” seru Seruni agar dinding batu semakin merapat dan menghimpit tubuhnya. melihat hal itu si toki pergi menemui ayah seruni. namun ayah seruni tidak dapat menolongnya, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan bumi pun bergoncang dahsyat yang membuat lubang secara perlahan merapat dan tertutup dengan sendirinya. Seruni yang berada di dalam lubang akhirnya terhimpit dan tidak dapat diselamatkan. Beberapa saat setelah gempa berhenti, di atas lubang yang telah tertutup itu muncullah sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Orang-orang yang melihat kejadian itu mempercayai bahwa batu itu adalah penjelmaan dari Seruni dan kemudian menamainya sebagai “Batu Gantung”.
      Lalu, nilai-nilai apa saja yang dapat kita peroleh dari Legenda Batu Gantung persebut?
1. Warisan Budaya : dari cerita tersebut kita mendapatkan pelajaran untuk tidak asal berbicara karena bisa saja apa yang kita bicarkan itu terjadi. Maka dari itu ketika kita berkunjung ke tampat wisata Batu Gantung di Parapat kita diperingatkan untuk tidak berbicara kasar dan menjaga omongan kita.




Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Minggu, 22 Maret 2015

Kaitan Manusia dengan Kebudayaan

   Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, mengapa dikatakan paling sempurna? Karena manusia dibekali akal pikiran, perasaan dan kehendak yang ada di dalam jiwa manusia. Dengan adanya hal-hal tersebut manusia mampu menciptakan suatu karya.
     Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?  Menurut Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi kebudayaan merupakan semua hasil karya, rasa dan cipta manusia. Artinya kebudayaan itu diciptakan oleh manusia, bukan ada begitu saja melainkan melalui proses dimana manusia melakukan suatu kegiatan yang terus menerus dilakukan.

     Manusia dan kebudayaan memiliki hubungan keterkaitan saatu sama lain. Mengapa demikian? Dengan akal pikiran dan perasaan yang diberikan oleh Sang Pencipta manusia mampu menciptakan budaya, dan setelah budaya itu tercipta maka kebudayaan itulah yang mengatur hidup manusia agar sesuai dengan kebudayaan tersebut. Dan setiap manusia tentunya memiliki kebudayaan yang berbeda-beda karena pemikiran manusia tidaklah selalu sama.



Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Senin, 16 Maret 2015

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK CIPTAAN TUHAN

    Pada tulisan kali ini saya akan mendeskripsikan apa Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan. Namun sebelum itu saya ingin membahas tentang pengertian manusia terlebih dahulu. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal pikiran dan perasaan.
Berikut ini adalah deskripsi Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan :


1.  Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa yang merupakan satu kesatuan. Apa yang dimaksud dengan tubuh? Tubuh adalah bagian dari manusia yang dapat dilihat, dapat diraba, dan dapat dirasakan. Dan apa yang dimaksud dengan jiwa? Jiwa merupakan bagian dari manusia yang bersifat abstrak, tidak dapat dilihat, tidak dapat dirasakan, namun bersifat abadi. Sehingga ketika manusia meninggal tubuhnya akan hancur tetapi jiwanya akan kembali kepada Sang Pencipta.

2. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Mengapa dikatakan yang paling sempurna? Karena manusia memiliki adab dan kebudayaan yang dilengkapi dengan akal, perasaan dan kehendak yang ada dalam jiwa manusia. Tentunya dengan hal-hal tersebut yang diberikan Sang Pencipta manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Hal ini tentunya mengharuskan manusia mempertimbangkan segala hal yang akan dia lakukan baik menciptakaan suatu kebenaran, kebaikan ataupun sebaliknya.


Nama   : Fransisca Wienda Astari
NPM   : 14314370
Kelas   : 1TA02

Senin, 09 Maret 2015

Ilmu Budaya Dasar Sebagai Mata Kuliah Dasar Umum

    Ilmu Budaya Dasar sudah tak asing lagi didengar, namun masih banyak yang belum mengetahui apa yang dimaksud dengan Ilmu Budaya Dasar. Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu mata kuliah dasar umum (MKDU) yang mempelajari tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Lalu mengapa kita perlu mendapatkan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar?


Berikut pengertiannya dari beberapa tokoh :

   1. E.B. Tylor (seorang antropolog)
    Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

   2.  Koentjaraningrat
    Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan  dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

    3.  C.A. Van Peursen
    Mengartikan bahwa kebudayaan sebagai manifastasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja dengan alam, melainkan selalu mengubah alam.

   4.   Kroerber dan Klukhon
   Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang meyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.




    Kekurangan pada sistem pendidikan mengakibatkan terbentuknya manusia-manusia yang berpola pikir sempit. Hal ini dapat berdampak buruk untuk kaum muda penerus bangsa karena tentunya mereka sulit menyesuaikan kebiasaan-kebiasaan lingkungan sekitar. Untuk perguruan tinggi tentu ini perlu diperhatikan karena mata kuliah yang akan diberikan lebih spesifik ke jurusan masing-masing. Namun mahasiswa juga perlu menerima mata kuliah Ilmu Budaya Dasar untuk memperluas wawasan, mengerti akan kebiasaan-kebiasaan masyarakat lingkungan sekitar karena setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Itulah mengapa Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu Mata Kuliah Dasar Umum yang perlu kita pelajari.




Daftar Pustaka : 

Nugroho, w., & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma




Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Jumat, 09 Januari 2015

MASYARAKAT KOTA DAN MASYARAKAT DESA

Masyarakat berasal dari bahasa Latin socius yang berarti kawan. Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab syaraka yang berarti ikut serta dan berpartisipasi. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi. 


Masyarakat Kota
Masyarakat kota terdiri dari sebagian besar masyarakat yang melakukan urbanisasi. Biasanya masyrakat kota cenderung  memiliki sifat individualisme.
Berikut pengertian menurut tokoh :

Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang kedudukan sosialnya bersifat heterogen.

Max Weber
Kota menurutnya, apa bila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal.




Masyarakat Desa

I Nyoman Beratha
Desa atau dengan nama aslinya yang setingkat yang merupakan kesatuan masyarakat hukum berdasarkan susunan asli adalah suatu “badan hukum” dan adalah pula “Badan Pemerintahan”, yang merupakan bagian wilayah kecamatan atau wilayah yang melingkunginya.

R.H. Unang Soenardjo
Desa adalah suatu kesatuan masyarakat berdasarkan adat dan hukum adat yang menetap dalam suatu wilayah yang tertentu batas-batasanya: memiliki ikatan lahir dan batin yang sangat kuat, baik karena seketurunan maupun karena sama-sama memiliki kepentingan politik, ekonomi, sosial dan keamanan: memiliki susunan pengurus yang dipilih bersama; memiliki kekayaan dalam jumlah tertentu dan berhak menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri.

Rifqi Sidik
Desa adalah suatu wilayah yang mempunyai tingkat kepadatan rendah yang dihuni oleh penduduk dengan interaksi sosial yang bersifat homogen, bermatapencaharian dibidang agraris serta mampu berinteraksi dengan wilayah lain di sekitarnya.


Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa Menurut Tokoh
Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:


Masyarakat Pedesaan
1).Perilaku homogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6).Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7). Kolektivisme

Masyarakat Kota:
1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan 3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi kultural
6).Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7).Individualisme
Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja .
Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.



Kini hampir sebagian besar masyarakat desa lebih memilih untuk pindah ke kota karena menurut pandangan mereka akan dapat pekerjaan yang lebih menjanjikan dan banyak yang beranggapan bahwa uang yang dihasilkan akan lebih besar jika mereka bekerja di kota dibandingkan di desa, maka dari itu banyak masyarkat desa yang berhenti bertani dan lebih memilih pindah ke kota.



Sumber :

Senin, 05 Januari 2015

PELAPISAN SOSIAL

Apa yang dimaksud dengan Pelapisan Sosial? Pelapisan sosial atau bisa disebut juga dengan Stratifikasi Sosial adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat-tingkat tertentu. Secara umum pelapisan sosial dapat diartikan sebagai pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara vertikal.



Pelapisan Sosial di Indonesia

Indonesia adalah bangsa yang memiliki karakteristik masyarakat yang majemuk, hal ini menimbulkan adanya pelapisan sosial di Indonesia. Sebenarnya pelapisan sosial sudah terjadi sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, namun jika di masa lampau pelapisan sosial berdasarkan ras sedangkan di masa sekarang pelapisan sosial berdasarkan status sosial misalnya jabatan, kekayaan, pendidikan atau feodal pada masyarakat Aceh dan kasta pada masyarakat Bali.

Pelapisan sosial di Indonesia kini semakin terlihat, ini disebabkan oleh sifat masyarakat yang menuntut hak istimewa terutama kalangan tingkat atas sehingga membuat pengelompokan dalam hal bermasyarakat/bersosial. Penuntutan akan hak istimewa membuat kalangan bawah merasa minder untuk bersosialisasi dengan kalangan tingkat atas, sehingga mereka cenderung berkelompok dengan orang yang mereka anggap sederajat.




Pelapisan Sosial yang Terjadi di Sekitar Kita

Banyak pelapisan sosial yang terjadi, saya akan mengambil contoh pelapisan sosial  yang terjadi di sekitar lingkungan saya. Manusia cenderung suka memilih dalam hal apapun termasuk dalam hal memilih teman. Anak zaman sekarang lebih suka memilih teman berdasarkan status sosialnya. Biasanya dipengaruhi oleh sifat mereka yang merasa gengsi bila berteman dengan orang yang tidak sederajat dengan mereka.



Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02


Sumber :
-http://lms.unhas.ac.id/claroline/phpbb/viewtopic.php?topic=113&cidReset=true&cidReq=108I1102
-http://triscamiaa-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-78831-Studi%20Strategis%20Indonesia%20I-Stratifikasi%20Sosial%20di%20Indonesia.html