Minggu, 24 Mei 2015

Manusia dan Keadilan (Distributif)

Apa yang dimaksud dengan keadilan? Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan ini terletak pada keharmonisan antara menuntun hak dan menjalankan kewajiban. Jika kita telah menjalankan suatu kewajiban yang ada pada diri kita, maka kita layak untuk menuntut hak atas apa yang telah kita lakukan. Ketika kita telah melakukan kewajiban namun kita tidak menuntut hak, maka kita akan mudah untuk diperas atau diperbudak. Sebaliknya, ketika kita belum melakukan kewajiban namun sudah menuntut hak, maka sikap dan tidakan kita mengarah kepada pemerasan dan memperbudak orang lain. Maka dari itu menuntut hak dan menjalankan kewajiban harus sejalan.

Keadilan dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
1.Keadilan distributif
2.Keadilan komutatif, dan
3.Keadilan legal atau keadilan moral

Dan kali ini saya akan membahas tentang keadilan Distributif. Menurut Aristoles, keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama (Justice is done when equals are treated equally).
Sebagai contoh, Bu Rani memiliki dua orang anak. Anak pertama duduk di bangku sekolah menengah dan anak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar. Tentunya bu Rani memberikan kedua anaknya uang saku dengan jumlah yang berbeda. Uang saku anak pertamanya tentu akan lebih besar dibanding dengan anak keduanya. Karena kebutuhan anaknya yang SMA akan berbeda dengan anaknya yang masih SD. Hal yang berbeda akan diperlakukan secara berbeda pula.


Daftar Pustaka :
Nugroho, w., & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma






Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan

      Pada tulisan saya kali ini, saya akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan penderitaan? dan bagaimana kaitannya dengan manusia?
     Apa yang dimaksud dengan penderitaan? penderitaan adalah suatu perasaan tidak enak yang ditanggung oleh manusia dan sangat tidak diinginkan oleh manusia. penderitaan itu bisa berupa siksaan terhadap fisik atau batinnya. Penderitaan yang dialami fisik dapat ditangani oleh medis, namun penderitaan batin hanya bisa disembuhkan oleh dirinya sendiri, para ahli hanya bisa membantu saja. Setiap manusia pasti pernah megalami penderitaan. Dan setiap manusia tentunya memiliki ukuran penderitaan yang berbeda-beda. Penderitaan bagi si A belum tentu menjadi penderitaan bagi si B, begitu pun sebaliknya.
    Tuhan tidak hanya memberikan kebahagiaan dan kesenangan kepada setiap umatnya, namun Ia juga memberikan kesedihan dan penderitaan. Hal tersebut dilakukan untuk menguji kesetiaan dan kesabaran umatnya, atau untuk memberikan kesadaran agar tidak berpaling dari padaNya. Bagi manusia yang kuat imannya pasti akan sabar menghadapi setiap masalah yang dihadapinya, dan akan cepat sadar akan peringatan-peringatan yang diberikan Tuhan. Namun bagi manusia yang kurang percaya, mereka akan cepat berputus asa dan malah semakin jauh dari Tuhan.
          Penderitaan dalam kehidupan manusia sudah menjadi kodrat. Setiap manusia pasti akan mengalami penderitaan baik penderitaan yang berat maupun yang ringan. Manusia harus berjuang mengahadapi penderitaan itu karena jika tidak, manusia akan terbelenggu oleh penderitaan tersebut. Setiap masalah yang diderita manusia pasti ada jalan keluar untuk diselesaikan. Dan penderitaan yang Tuhan berikan tidak akan melebihi batas kemampuan umatNya.
        Penderitaan dapat berdampak positif dan juga negatif. Dampak positifnya adalah ketika manusia diberikan penderitaan dia akan sadar dan lebih belajar lagi dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya. Dampak negatifnya adalah ketika manusia diberikan penderitaan dia terbelenggu oleh penderitaannya tersebut, berputus asa dan semakin jauh dari Tuhan.


Nama : Fransisca Wienda Astari
NPM : 14314370
Kelas : 1TA02

Senin, 04 Mei 2015

Manusia dan Keindahan

     Apa yang dimaksud dengan keindahan? Keindahan yang berasal dari kata indah adalah sesuatu yang dikatakan bagus, permai, elok, cantik dan sebagainya.  Menurut manusia keindahan mencakup banyak hal, sesuai dengan keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan teknologi, sosial juga budaya. Namun sesungguhnya mengartikan keindahan itu sulit, karena kita dapat mengartikan sesuatu itu indah jika ada wujud atau kita dapat melihat benda tersebut. Keindahaan juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang alamiah, tidak dilebih-lebihkan dan juga tidak dikurangi.

     Menurut cakupannya arti keindahan dibagi menjadi 3, yaitu:
a)         Keindahan dalam arti yang luas : dalam arti luas keindahan meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
b)      Keindahan dalam arti estetis murni :  yang menyangkut pengalaman seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c)       Keindahan dalam arti terbatas : lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan menglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.


     Kontemplasi dan ekstansi yang dimiliki manusia jika dipadukan dengan kreatifitas dapat membentuk suatu karya seni. Namun, apa yang dimaksud dengan kontemplasi dan ekstansi? Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan suatu keindahan. Sedangkan yang dimaksud dengan ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati keindahan.